BOJONEGORO, UpWarta.com – Proyek pembangunan saluran drainase di RT 01/RW 01 Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan.
Proyek tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan minim koordinasi dengan pemerintah desa. Proyek yang menggunakan anggaran negara hampir Rp 200 juta ini ditemukan memiliki sejumlah kekurangan.
Pantauan lapangan, Selasa (17/2/2026). (menunjukkan pasangan saluran kurang rapi, adukan semen tidak sesuai standar, dan konstruksi tidak presisi.
Beberapa bagian bahkan tampak belum selesai namun sudah berantakan dan tidak kokoh, menimbulkan kekhawatiran warga terkait kualitas dan daya tahannya.
Saat di konfirmasi, media Kepala Desa Ngunut Hadi Suwarno menyampaikan keprihatinannya
“Kami sangat menyayangkan jika benar pekerjaan tidak sesuai standar. Selain tidak ada koordinasi, hasilnya pun memprihatinkan dan bisa berdampak pada manfaat jangka panjang masyarakat,” katanya.
Menurutnya, saluran drainase berperan penting untuk mencegah genangan dan banjir musim hujan, sehingga harus mengedepankan kualitas.
Memasuki Warga, Suwarno berharap dinas terkait dan konsultan pengawas melakukan evaluasi menyeluruh agar proyek sesuai spesifikasi teknis dan RAB.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum mendapatkan klarifikasi dari pihak pelaksana dan instansi terkait. Masyarakat menginginkan transparansi dan audit teknis untuk memastikan dana publik bermanfaat optimal. (Mar/Arh/Red)
