BOJONEGORO – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Pengadilan Agama Bojonegoro setelah berhasil meraih Juara Umum dalam ajang PTA Surabaya Awards 2025 yang digelar oleh Pengadilan Tinggi Agama Surabaya
Penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penyelesaian Perkara Pengadilan Agama se-Jawa Timur yang berlangsung di Hotel Harris Surabaya pada Kamis, (12/3/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan serta aparatur Pengadilan Agama dari seluruh wilayah Jawa Timur sebagai ajang evaluasi sekaligus apresiasi terhadap kinerja terbaik satuan kerja peradilan agama.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Zulkarnain, menegaskan bahwa PTA Awards bukan sekadar seremoni pemberian penghargaan, melainkan sarana untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan peradilan kepada masyarakat.
“PTA Awards ini bukan sekadar pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja untuk terus meningkatkan kinerja, inovasi, serta pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan,” ujarnya.
Rakor Bahas Percepatan Penyelesaian Perkara Selain pemberian penghargaan, kegiatan juga diisi dengan pembinaan pimpinan PTA Surabaya. Materi yang disampaikan antara lain hasil rapat koordinasi dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), serta penguatan bidang pengawasan, kepaniteraan, dan kesekretariatan.
Agenda ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat tata kelola lembaga peradilan agama yang modern, transparan, dan akuntabel.
Deretan Prestasi PA Bojonegoro
Dalam ajang penghargaan tersebut,
Pengadilan Agama Bojonegoro kelas 1A berhasil meraih sejumlah prestasi membanggakan, di antaranya:
- Peringkat 5 Kinerja Satker Triwulan II Tahun 2025 kategori Pengadilan Agama Kelas IA Se indonesia dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama MARI
- Peringkat 4 Kinerja Satker Triwulan III Tahun 2025 kategori Pengadilan Agama Kelas IA Se indonesia dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama MARI
- Juara I Kinerja penyelesaian perkara ( katagori perkara 2.500-5000 perkara)
- Juara 1 Kinerja E-Court tingkat pertama ( katagori perkara 2.500-5000 perkara)
- Juara 1 Kinerja Kinsatker laporan keuangan perkara (E-Keuangan)
- Juara 1 Kinerja penerimaan hibah terbesar dari Penkab
- Juara Harapan Kinerja Pelayanan Publik ≥ 2.500 Perkara
- Juara 3 Dalam Katagori Agen Perubahan atas nama M.TANTOWI NUR ANSORI,SH.MH. (Pengadilan Agama Bojonegoro)
Berkat capaian tersebut, Pengadilan Agama Bojonegoro dinobatkan sebagai Juara Umum dalam ajang PTA Surabaya Awards 2025.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga sarana memperkuat sinergi antar satuan kerja Pengadilan Agama di wilayah Jawa Timur.
Melalui penyelenggaraan PTA Surabaya Awards 2025 ini, diharapkan seluruh Pengadilan Agama di Jawa Timur semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat integritas aparatur, serta memberikan pelayanan peradilan yang cepat, transparan, dan berkeadilan bagi masyarakat.
Panitera pengadilan Agama Bojonegoro, Sholikhin Jamik menyampaikan bahwa Pengadilan Agama Bojonegoro kayak dapat lailatul Qodar di siang hari, sepanjang sejarah Pengadilan Agama Bojonegoro belum pernah mendapatkan pengakuan ini, jangankan juara umum, masuk nominasi saja tidak pernah.
Dan tiap tahun yang dapat penghargaan adalah Pengadilan Agama yang ada di ring satu seperti Pengadilan Agama Surabaya, Pengadilan Agama Malang, sementara Pengadilan Agama Bojonegoro yang secara geografi Pengadilan pinggiran dan sering tidak di lirik dan di perhitungkan ternyata bisa.
Dan ini membuktikan Keberhasilan Pengadilan Agama Bojonegoro meraih Juara Umum menjadi bukti nyata komitmen lembaga tersebut dalam menghadirkan pelayanan hukum yang profesional dan terpercaya bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. Bagi kami keluarga besar Pengadilan Agama Bojonegoro arti sebuah juara ini bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi fisik, melainkan simbol keunggulan strategis dan kualitas karakter yang mendalam.
Ketika di minta testimoni rahasia keberhasilan sehingga bisa menjadi juara umum Sholikin Jamik menuturkan .
“Setelah kami terpuruk karena perkara e court yang tidak sesuai kebijakan Mahkamah Agung RI yang menyebabkan pejabatnya di mutasi, maka:
1. Kami tumbuhkan Budaya Organisasi (Culture of Excellence) merubah kelemahan menjadi peluang dengan membangun ekosistem yang mendorong setiap anggotanya untuk disiplin. fokus pada tujuan, dan memiliki daya juang tinggi. untuk berusaha menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.
2. Kami menumbuhkan Motivasi dan Kebanggaan Internal
kami menyakinkan bahwa kemenangan membuahkan kebanggaan luar biasa bagi seluruh pegawai Pengadilan Agama Bojonegoro. Hal ini menjadi katalisator semangat untuk terus mempertahankan standar tinggi dan mengabdikan diri lebih baik lagi bagi kemajuan bersama.
3. Kami menyakinkan perlu Penguatan Branding dan Reputasi
Prestasi (juara) adalah bentuk Branding terbaik. Juara meningkatkan reputasi Pengadilan Agama Bojonegoro di mata masyarakat, memberikan kebanggaan, dan membangun kepercayaan publik. Kemenangan berfungsi sebagai pengakuan publik terhadap dedikasi dan keunggulan lembaga. Hal ini meningkatkan kepercayaan stakeholder (pemangku kepentingan), seperti mitra kerja atau masyarakat luas.
4. Kami tumbuhkan selalu berfikir proses bukan hasil
Juara sejati bagi Pengadilan Agama Bojonegoro bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan cerminan dari dedikasi, integritas, dan kerja keras yang konsisten dalam proses pembinaan talenta pegawai. maka dengan kesungguhan semua pihak dan keberhasilan bersama maka Juara adalah Indikator Keberhasilan Pembinaan, Menjadi juara menandakan Pengadilan Agama Bojonegoro memiliki kemampuan atau karakter “anomali”—artinya lebih unggul dibandingkan rata-rata/standar biasa. Ini menunjukkan bahwa Pengadilan Agama Bojonegoro tersebut mampu menghasilkan talenta atau produk terbaik, serta .sebagai kontributor positif yang membawa manfaat dan kebanggaan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Secara singkat, juara bagi Pengadilan Agama Bojonegoro adalah prestasi, kehormatan, dan pengakuan atas budaya unggul yang selama ini sudah kami diterapkan.

