Bojonegoro, UpWarta.com – Malam hari di berbagai kecamatan Kabupaten Bojonegoro kini menyajikan tampilan yang berbeda dari sebelumnya. Selain memberikan penerangan yang cukup, lampu hias dengan desain khas daerah yang dipasang di depan kantor kecamatan tidak hanya memperkuat identitas visual masing-masing wilayah, tetapi juga menjadi katalisator bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Inisiatif pemasangan lampu ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk memberikan ciri khas yang membedakan setiap wilayah. Desain lampu mengusung tiga elemen budaya dan sejarah daerah, yaitu Kayangan Api, Obor Sewu, serta Daun Jati, yang menjadi simbol penting bagi Bojonegoro.
Menurut Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU), Sarana, dan Prasarana Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Sarifuddin, dampak positif paling terasa di Kecamatan Kedewan. Sejak lampu tersebut terpasang, kawasan sekitar kantor kecamatan berubah menjadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat.
Kehadiran lampu ikonik juga melahirkan sentra aktivitas baru, seperti pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night. Di bulan Ramadhan yang lalu, area ini bahkan menjadi tujuan utama bagi pedagang takjil dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang secara signifikan meningkatkan perputaran ekonomi lokal. Dampak serupa juga terlihat di Kecamatan Sumberrejo.
Tak hanya menarik secara visual, lampu ini dirancang dengan fungsi ganda yang praktis. “Bagian depan lampu menggunakan sumber cahaya LED 90 Watt untuk menerangi jalan utama, sedangkan bagian belakang dengan kapasitas 40 Watt difokuskan untuk memberikan kenyamanan pada pejalan kaki di area pedestrian sekitar kantor kecamatan,” jelas Sarifuddin pada hari Selasa (24/2/2026).
Untuk mengoptimalkan efisiensi energi, pengoperasian lampu diatur secara otomatis melalui sistem timer dan foto cell yang dapat mendeteksi intensitas cahaya alam, sehingga lampu akan menyala secara otomatis ketika mulai gelap.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga terus merencanakan perluasan pemasangan lampu ikonik ini, terutama menjelang musim mudik yang menjadi momen penting bagi banyak orang untuk kembali ke kampung halaman di Bojonegoro. Saat ini, hampir seluruh kecamatan di kabupaten telah dipasangi lampu tersebut, kecuali wilayah perkotaan yang memiliki konsep penataan ruang yang berbeda.
“Kita berencana menambah titik pemasangan di beberapa lokasi strategis, antara lain di Kalianyar yang menjadi gerbang utama masuk ke Bojonegoro, wilayah Gondang, hingga sekitar Jembatan Bojonegoro Tuban (TBT). Wilayah-wilayah ini memiliki potensi besar untuk membuka ruang ekonomi baru yang dapat menghubungkan kedua kabupaten,” tambah Sarifuddin.
Dengan penataan cahaya yang menarik dan berbasis identitas lokal, diharapkan Bojonegoro tidak hanya menjadi lebih menarik dan mudah dikenali, tetapi juga mampu menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat serta pengunjung, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*/Red)

