Oleh Sholikin Jamik
Thawaf bukan sekadar muter-muter Ka’bah Ada dalil, sejarah, dan hakekat yang dalam.
1. Karena perintah Allah langsung
“Dan hendaklah mereka melakukan thawaf di sekeliling Baitul Atiq” [QS. Al-Hajj: 29]
Baitul Atiq = Ka’bah. Ini perintah wajib. Haji tanpa thawaf Ifadah = hajinya tidak sah. Umrah tanpa thawaf = umrahnya batal.
Nabi ﷺ waktu haji Wada’ juga thawaf 7 putaran. Kata beliau: “Ambillah dariku manasik haji kalian” [HR. Muslim]. Jadi kita thawaf karena ikut Nabi, Nabi ikut perintah Allah.
2. Melanjutkan ibadahnya Nabi Ibrahim AS
Ka’bah dibangun Nabi Ibrahim & Ismail untuk thawaf.
“Dan ingatlah ketika Kami jadikan rumah itu tempat berkumpul bagi manusia… dan Kami perintahkan Ibrahim & Ismail: Sucikanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf” [QS. Al-Baqarah: 125]
Jadi waktu Bapak thawaf, hakekatnya Bapak sedang napak tilas jejak Nabi Ibrahim 4000 tahun lalu. Melanjutkan sunnah para Nabi.
3. Hakekat Thawaf: Simbol penghambaan total
a. Ka’bah di bumi = Baitul Makmur di langit
Malaikat di langit thawaf mengelilingi Baitul Makmur 70.000 malaikat tiap hari, tidak kembali lagi. Kita di bumi disuruh thawaf Ka’bah meniru malaikat. Tanda kita ini hamba, Allah itu Raja. Kita muter, Allah di tengah jadi pusat hidup.
b. Lawan arah jarum jam = Lawan hawa nafsu
Semua alam muter thawaf: bumi keliling matahari, elektron keliling inti, darah keliling tubuh. Semuanya lawan arah jarum jam. Thawaf ngajarin: hidup kita harus selaras dengan sunnatullah. Jangan melawan fitrah. Harus gerak, tapi tetap Ka’bah = Allah sebagai pusat.
c. 7 putaran = Angka sempurna
7 hari, 7 langit, 7 ayat Al-Fatihah. Ulama bilang 7 putaran tanda kesungguhan. Sekali dua kali belum cukup. Harus istiqamah sampai 7. Baru sempurna penghambaan.
d. Mulai & selesai di Hajar Aswad
Hajar Aswad itu “tangan kanan Allah di bumi” kata Ibnu Abbas. Waktu kita istimlam/tunjuk, hakekatnya kita baiat ulang: “Ya Allah, aku janji taat”. 7 kali kita perbarui janji.
4. Thawaf = Salat dalam bentuk lain
Nabi ﷺ: _“Thawaf di Baitullah itu seperti salat, hanya saja Allah bolehkan kalian bicara saat thawaf. Barangsiapa bicara, jangan bicara kecuali yang baik”_ [HR. Tirmidzi]
Makanya syarat thawaf mirip salat: suci, tutup aurat, wudhu. Bedanya boleh ngobrol dikit & makan minum kalau perlu. Jadi thawaf itu salat-nya para malaikat yang kita tiru.
5. Efek untuk hati
Imam Ghazali di Ihya bilang: “Waktu thawaf, bayangkan hatimu yang thawaf mengelilingi kebesaran Allah. Badan muter Ka’bah, hati muter Arsy.”
Itu sebabnya banyak orang nangis saat thawaf. Karena berasa kecil, berasa deket, berasa rindu. Semua pangkat, harta, dosa, lepas. Tinggal aku & Allah.
Jenis thawaf:
1. Thawaf Qudum: Sunnah pas baru datang ke Mekah
2. Thawaf Ifadah: Rukun haji, wajib. Kalau tinggal = haji tidak sah
3. Thawaf Wada: Wajib sebelum pulang, pamitan ke Ka’bah
4. Thawaf Umrah: Rukun umrah
5. Thawaf Sunnah: Kapan saja, pahala besar
Jadi kenapa harus thawaf?*
Karena Allah suruh. Karena Nabi contohkan. Karena itu cara kita bilang: “Ya Allah, hidupku muter cuma buat Engkau. Engkau pusatku, tujuanku, awal & akhirku.”
Thawaf ngajarin tauhid yang dipraktekkan, bukan cuma diucap.
Semoga nanti thawafnya khusyuk. Mulai putaran pertama niat: “Ini putaran taubat”. Kedua: “Putaran syukur”. Sampai 7 putaran, hati jadi enteng.
