BOJONEGORO — Toko Madura di kawasan permukiman Kecamatan Kota Bojonegoro kini resmi menerapkan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS BRI. Inovasi ini disambut positif oleh pemilik usaha dan para pelanggan karena membuat transaksi lebih cepat, aman, dan praktis tanpa perlu uang tunai.
Pemilik Toko Madura, H. Rofi’i (45), mengatakan bahwa penggunaan QRIS BRI mulai diterapkan sejak awal tahun ini. Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat yang semakin akrab dengan ponsel mendorong toko untuk ikut beradaptasi. “Sekarang banyak pelanggan yang jarang bawa uang tunai. Dengan QRIS BRI, mereka tinggal scan, bayar, dan selesai. Tidak ribet cari kembalian,” ujarnya.
Rofi’i juga menilai sistem ini membantu pencatatan keuangan toko menjadi lebih rapi. Setiap transaksi tercatat otomatis, sehingga memudahkan dirinya dalam mengontrol pemasukan harian. “Kalau dulu harus hitung manual, sekarang tinggal cek di aplikasi. Lebih aman juga, karena uang tidak menumpuk di laci,” tambahnya.
Salah satu pelanggan, Siti Aminah (32), mengaku senang dengan adanya opsi pembayaran QRIS. Ia yang sehari-hari berjualan online dan terbiasa menggunakan dompet digital merasa lebih nyaman saat belanja kebutuhan rumah tangga. “Kadang keluar rumah cuma bawa HP. Dengan QRIS BRI, saya tetap bisa belanja tanpa khawatir tidak bawa uang cash,” katanya.
Hal senada disampaikan Andi Prasetyo (27), pelanggan lainnya. Menurutnya, pembayaran non-tunai membuat proses belanja lebih cepat, terutama saat toko ramai. “Tidak perlu antri lama karena hitung uang. Scan, bayar, langsung beres,” ujarnya.
Penerapan QRIS BRI di Toko Madura ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya milik usaha besar, tetapi juga bisa diterapkan di warung dan toko kecil. Dengan dukungan perbankan dan kemudahan teknologi, pelaku UMKM di daerah pun semakin siap bersaing di era transaksi digital.

