Bojonegoro UpWarta.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU SDA memastikan penanganan kerusakan pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, berjalan sesuai prosedur.
Kepala Dinas Helmi Elisabeth menjelaskan kerusakan terjadi pada segmen baru, dipengaruhi dinamika alam seperti pergerakan tanah dan aliran sungai yang fluktuatif. Struktur utama dirancang sesuai spesifikasi teknis, sehingga tidak semua kerusakan terkait mutu pekerjaan.
Proyek senilai sekitar Rp40 miliar masih dalam masa pemeliharaan, sehingga biaya perbaikan ditanggung penuh kontraktor tanpa membebani APBD. Kontraktor berkomitmen melanjutkan perbaikan tahun 2026, fokus pada segmen dengan kemiringan tiang pancang dan pergeseran dekat permukiman.
Menurutnya, setidaknya ada tiga langkah yang akan diambil di yakni:
1. Penanganan awal dengan pembongkaran terbatas dan pengangkatan bronjong
2. Pembongkaran total segmen miring untuk pemancangan ulang seperti metode tahun 2025
3. Pembongkaran penuh dekat permukiman dilakukan setelah masa banjir berlalu untuk menghindari risiko longsor
Adapun, pengiriman material dan alat berat akan dilakukan setelah jalan desa selesai dicor. Saat ini, satu excavator disiagakan menunggu muka air sungai turun untuk pembuatan platform alat berat.
“Pemerintah dan kontraktor memohon dukungan masyarakat agar perbaikan berjalan lancar dan pelindung tebing dapat memberikan perlindungan optimal bagi warga.”pungkasnya (*/Arh).
