Siti Aminah, pelaku UMKM olahan tempe asal Kecamatan Dander, mengaku terbantu dengan adanya pembiayaan dan pendampingan dari BRI. “Dulu saya cuma produksi skala rumahan, sekarang sudah bisa tambah alat dan karyawan. KUR BRI benar-benar membantu usaha kecil seperti kami berkembang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Rudi Hartono, pemilik usaha kopi lokal di Kecamatan Kota Bojonegoro. Menurutnya, layanan digital BRI memudahkan transaksi dengan pelanggan. “Sekarang banyak pembeli yang pakai QRIS. Jadi lebih praktis, tidak ribet cari uang kembalian. Pembukuan juga lebih rapi,” katanya.
Sementara itu, Nur Aisyah, pelaku usaha kerajinan batik, menilai pendampingan dari BRI memberi wawasan baru soal pemasaran. “Kami diajari cara foto produk yang bagus dan promosi lewat media sosial. Dampaknya, pesanan datang bukan hanya dari Bojonegoro, tapi juga dari luar kota,” ungkapnya.
Para pelaku usaha berharap program pembiayaan dan pelatihan dari BRI terus berlanjut. “UMKM butuh dukungan berkelanjutan, bukan cuma modal, tapi juga ilmu dan jaringan. Kalau itu ada, kami yakin bisa naik kelas,” tutup Siti Aminah. (*)

