Reses di Sumberrejo, Sally Atyasasmi Serap Aspirasi Warga dan Salurkan Bantuan

Cropped 20260806 204909.png
UpWarta
Reses Masa Sidang II Tahun 2026. Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Gerindra, Sally Atyasasmi di sumberrejo

BOJONEGORO UpWarta.com — Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Gerindra, Sally Atyasasmi, memanfaatkan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 untuk menyerap aspirasi warga di Kecamatan Sumberrejo. Dalam kegiatan tersebut, Sally berdialog langsung dengan masyarakat sekaligus merespons persoalan kekeringan dan kebutuhan air bersih.

Reses tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi yang muncul antara lain berkaitan dengan penguatan ekonomi desa, sektor pertanian, ketersediaan air hingga kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan warga adalah penguatan sektor pertanian. Sally menilai kesejahteraan petani harus didukung secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan pupuk, air untuk pertanian, peningkatan produktivitas hingga kepastian pasar dan harga hasil panen.

“Pertanian tidak cukup hanya bicara produksi. Petani harus mendapatkan dukungan dari hulu sampai hilir. Pupuk harus tersedia dan terjangkau, air harus tersedia, produksi harus meningkat, dan yang tidak kalah penting adalah hasil panen petani harus memiliki kepastian pasar dan harga yang baik,” ujar Sally.

Dia mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dinilai terus mendorong penguatan ekonomi desa dan sektor pertanian.

Menurut Sally, kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah, pembangunan irigasi, serta penyediaan sumur bor dan pompa air menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi petani.

Ke depan, Sally berharap tata niaga pertanian di Bojonegoro semakin diperkuat. Salah satunya melalui peran Koperasi Desa Merah Putih dan BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri dalam menyerap hasil panen petani.

“Kalau produksi kita kuat tetapi tata niaganya lemah, petani tetap menjadi pihak yang paling rentan. Karena itu, koperasi desa dan BUMD pangan harus benar-benar hadir sebagai bagian dari ekosistem pertanian, termasuk membantu memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang memberikan keuntungan dan kepastian,” katanya.

Selain menyerap aspirasi, Sally juga merespons aduan masyarakat terkait kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih di sejumlah desa. Bersama jajaran dan relawan, dia menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik yang membutuhkan.

Sally mengatakan persoalan air bersih tidak seharusnya hanya ditangani sebagai masalah musiman. Distribusi air bersih menjadi langkah darurat, sedangkan solusi jangka panjang perlu dilakukan melalui penguatan infrastruktur dan sumber air.

“Ketika masyarakat mengadu karena kesulitan mendapatkan air bersih, maka kita harus hadir. Bantuan air bersih ini adalah respons atas kebutuhan yang mendesak. Namun untuk jangka panjang, kita juga harus terus mengawal pembangunan infrastruktur dan sumber air agar persoalan seperti ini tidak terus berulang,” tegasnya.

Dia menambahkan, kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Gerindra agar kader terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian reses kemudian ditutup dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut merupakan bantuan dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Wihadi Wiyanto, yang diamanahkan kepada Sally untuk didistribusikan kepada warga.

Sally menyampaikan terima kasih atas perhatian tersebut. Dia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat.

“Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat. Amanah dari Pak Wihadi Wiyanto ini kami distribusikan kepada warga sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong,” ujarnya.

Sally menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda bertemu masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga diharapkan dapat menjadi bahan dalam pembahasan kebijakan sekaligus dikawal agar dapat ditindaklanjuti.

“Reses bukan hanya datang, bertemu, lalu mendengar. Yang lebih penting adalah apa yang kita lakukan setelah mendengar. Aspirasi masyarakat harus kita bawa ke dalam pembahasan kebijakan, kita kawal programnya, dan ketika ada kebutuhan yang mendesak, sebisa mungkin kita hadir memberikan solusi,” pungkasnya.

Melalui Reses Masa Sidang II Tahun 2026, Sally berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat semakin terbuka. Berbagai persoalan di tingkat desa diharapkan dapat lebih cepat teridentifikasi dan diperjuangkan melalui kebijakan pembangunan Kabupaten Bojonegoro maupun dukungan pemerintah pusat. (Pong)