JOMBANG upwarta.com – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi meluncurkan program bantuan pangan tahun 2026 dengan total 207.858 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 21 kecamatan dan 306 desa. Dan untuk wilayah Kecamatan Plandaan tercatat sebanyak 8.249 PBP, dengan 910 penerima berasal dari Desa Purisemanding. Bantuan yang disalurkan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026. Kegiatan launching dipusatkan di Balai Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Jumat (10/4/2026) siang.
Peluncuran bantuan pangan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si, jajaran Forkopimda, serta Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto Muhammad Husin, S.H., M.H.
Dalam sambutannya Bupati Warsubi menegaskan bahwa program bantuan pangan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Penyaluran bantuan pangan ini dilaksanakan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat penerima, sekaligus sebagai upaya mengentaskan kemiskinan, menangani kerawanan pangan, serta mengendalikan gejolak harga dan inflasi,” ujar Warsubi dalam sambutannya.
Dalam program ini, setiap PBP menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Karena penyaluran mencakup dua bulan sekaligus, maka bantuan diberikan dalam satu tahap distribusi dengan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per penerima.
Data penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Kementerian Sosial. Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan bahwa data tersebut telah melalui proses verifikasi sehingga diharapkan tepat sasaran.
Bupati Warsubi juga menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa untuk aktif mengawal jalannya distribusi bantuan agar tidak terjadi kendala teknis di lapangan.
“Saya mengharapkan penyaluran bantuan ini berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran. Peran aktif camat dan kepala desa sangat penting dalam pengawasan dan pendampingan di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, menjelaskan bahwa program bantuan pangan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat.
Menurutnya, penyaluran bantuan beras dan minyak goreng dilakukan berdasarkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, melalui Badan Pangan Nasional yang menugaskan Perum BULOG sebagai pelaksana distribusi.
“Masyarakat mungkin bertanya mengapa alokasi Januari tidak ada. Hal ini disesuaikan dengan kebijakan dan kondisi anggaran pemerintah pusat. Saat ini bantuan difokuskan untuk alokasi Februari dan Maret 2026,” jelasnya.
Lebih lanjut, Husin menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung visi besar swasembada pangan berkelanjutan.
“Bantuan pangan ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Dengan peluncuran program ini, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap distribusi bantuan pangan dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak signifikan dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok. (Yuw)
