Jombang UpWarta.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan besarnya peran ulama dalam menjaga kehidupan masyarakat dan perjalanan bangsa Indonesia. Pesan itu disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menilai jasa para ulama tidak hanya tercatat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. Menurutnya, pengabdian ulama masih dirasakan masyarakat hingga saat ini.
Prabowo secara khusus menyoroti peran para kiai kampung yang selama ini mengabdikan diri di tengah masyarakat, meski tidak banyak dikenal publik.
Menurut Prabowo, para ulama dan kiai kampung memiliki peran penting dalam membentuk kehidupan masyarakat. Mereka mengajarkan anak-anak mengaji, menjaga akhlak generasi muda, memperkuat kerukunan umat dan antarumat beragama, hingga menjaga kedamaian di lingkungan desa.
“Yang terkenal maupun kiai-kiai kampung yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita, menjaga kerukunan umat dan kerukunan antarumat, menjaga kedamaian di desa, dan mendoakan bangsa tanpa meminta apa pun kepada negara,” kata Prabowo.
Prabowo mengapresiasi pengabdian para ulama yang dilakukan dengan tulus tanpa mengharapkan balasan dari negara. Dia menilai keberadaan ulama menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga moral, persatuan, dan kehidupan bangsa.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memperkenalkan istilah “Jas Hijau” sebagai pengingat agar bangsa Indonesia tidak melupakan jasa para ulama.
Istilah tersebut merujuk pada ungkapan “Jas Merah” yang dikenal dari Presiden pertama RI Sukarno, yakni “jangan sekali-kali melupakan sejarah”.
“Kalau tidak salah Bung Karno mengatakan Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan Jas Hijau, jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan kontribusi ulama terhadap Indonesia tidak berhenti pada masa perjuangan kemerdekaan. Hingga kini, ulama terus berperan melalui pendidikan, dakwah, pembinaan kehidupan keagamaan, serta menjaga persatuan dan kedamaian masyarakat.
Menutup sambutannya, Prabowo menegaskan kuatnya hubungan antara Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia. Dia menyampaikan bahwa kiprah ulama merupakan bagian penting dari perjalanan Indonesia hingga saat ini. (Yuwan)
