Oleh Sholikin Jamik
Lempar Jumrah Aqabah itu bukan “main lempar batu ke setan”, Pak. Itu simbol perlawanan, ikrar, dan pelepasan. Tanggal 10 Dzulhijjah = Hari Nahr, hari pertama Idul Adha.
1. Asal-usul: Kisah Nabi Ibrahim vs Iblis
Ini inti filosofinya. Waktu Nabi Ibrahim diperintah menyembelih Ismail, setan muncul 3 kali buat menggoda:
1. Di Jumrah Ula: “Jangan sembelih anakmu, itu kejam”
2. Di Jumrah Wustha: “Kamu durhaka sama anak”
3. Di Jumrah Aqabah: “Ini cuma mimpi, jangan dituruti”
Nabi Ibrahim diperintah Allah untuk melempar setan itu dengan 7 batu tiap kali. Maka kita ulang adegan itu.
Filosofinya: Sejak awal manusia diciptakan, musuh utamanya satu: Iblis. Lempar jumrah hakekatnya deklarasi perang dengan bisikan setan.
“Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh”_[QS. Fathir: 6]
2. Kenapa cuma Jumrah Aqabah yang dilempar tanggal 10 ?
Tanggal 10 Dzulhijjah itu hari “pembebasan”. Haji sudah wukuf, sudah mabit di Muzdalifah, tinggal selesaikan puncak ibadah.
Jumrah Aqabah adalah yang paling dekat ke Mekah, paling besar, simbol setan terbesar yang menggoda manusia buat meninggalkan perintah Allah yang paling berat: menyembelih yang paling dicintai.
Maknanya: Musuh terbesar itu bukan setan di luar, tapi setan yang bikin kamu berat ngelakuin perintah Allah. Lempar Aqabah adalah Aku lawan hawa nafsuku yang nggak mau taat”.
3. 7 Batu = 7 Pintu Neraka, 7 Anggota Sujud
Ulama tafsir bilang angka 7 itu simbol kesempurnaan.
1. 7 batu adalah simbol perlawanan total pakai semua potensi: mata, telinga, lisan, tangan, kaki, hati, akal
2. Melempar adalah gerakan aktif. Iman itu bukan pasif. Kalau setan bisik, kamu harus “lempar” dengan zikir, ilmu, istiqamah
3. Batu kecil sebesar kerikil hakekatnya senjata orang lemah. Kamu nggak butuh senjata hebat buat ngalahin setan. Cukup iman sebesar biji sawi + tawakal
Nabi ﷺ selalu baca “Bismillah, Allahu Akbar” tiap lempar. Artinya: “Aku lempar bukan karena kuat, tapi karena nama-Mu ya Allah”.
4. Hakekat Batin: Lempar 3 Musuh dalam Diri
Imam Ghazali & ulama tasawuf buka makna lebih dalam:
Jumrah Ula adalah Lempar setan yang bikin ragu sama Allah. “Apa bener ada surga neraka?”
Jumrah Wustha adalah Lempar setan yang bikin riya’, ujub, sombong
Jumrah Aqabah adalah Lempar setan yang bikin cinta dunia berlebihan & berat taat
Tanggal 10 Dzulhijjah kita fokus ke Jumrah Aqabah dulu, karena itu setan yang paling gampang menggoda setelah capek wukuf & Muzdalifah: “Udah ah, nggak usah lempar, cape”.
5. Efek Psikologis & Spiritual
1. Catharsis: Lempar batu adalah buang amarah, dendam, beban dosa secara simbolis. Makanya banyak jamaah nangis pas lempar
2. Ikrar: Tiap lempar hakekatnya “Aku nggak akan nurut setan lagi hari ini”. Itu janji yang diulang 7 kali
3. Peralihan status: Setelah lempar Aqabah, halal cukur rambut, ganti baju, boleh istri. Artinya “tahap berat” selesai. Filosofinya: Kalau kamu menang lawan setan, Allah beri kemudahan
6. Yang Sering Disalahpahami
Salah: Marah-marah, lempar sekuat tenaga, maki-maki tiang jumrah
Benar: Tenang, khusyuk, niat lawan setan dalam diri. Tiang itu cuma penanda, bukan setan beneran
Setan nggak tinggal di tiang itu. Kalau iya, udah hancur dilempar 3 miliar orang sejak zaman Nabi.
Salah: Mikir “aku udah lempar setan, jadi aku suci”
Benar: “Aku baru mulai latihan. Setelah ini setan akan datang lagi lewat HP, uang, jabatan”. Lempar jumrah itu latihan, bukan akhir
Kesimpulan
Lempar Jumrah Aqabah tanggal 10 Dzulhijjah adalah
Ikrar: “Ya Allah, aku pilih taat kepada-Mu walau berat. Aku musuhi setan dan hawa nafsuku. Mulai hari ini aku mau hidup baru.”
Itu sebabnya setelah lempar, sunnahnya langsung menyembelih kurban. Simbol: “Aku siap menyembelih kecintaanku pada dunia, sebagaimana Ibrahim siap menyembelih Ismail”.
Jadi kalau nanti jamaah haji lempar, jangan cuma gerakin tangan. Bisikin ke hati:
“Ini batu buat syahwatku yang ngajak maksiat. Ini batu buat malas ibadahku. Ini batu buat ujubku.”
