Cair Lur! Pemkab Bojonegoro Salurkan Insentif RT/RW Rp 23 Miliar Lebih

Avatar photo

BOJONEGORO UpWarta.com – Kabar gembira bagi para pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Bojonegoro. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), telah menyalurkan bantuan keuangan khusus berupa insentif bagi para ketua RT dan RW. Total anggaran yang dialokasikan pada tahun 2026 ini mencapai angka fantastis, yaitu Rp 23,064 miliar.

Penyaluran insentif ini menunjukkan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam mengapresiasi dedikasi dan peran vital para pengurus lingkungan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Berdasarkan data dari DPMD, program ini menjangkau sebanyak 9.610 pengurus lingkungan. Rinciannya, 7.623 Ketua RT dan 1.987 Ketua RW tersebar di 419 desa di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro. Angka ini mencerminkan luasnya jangkauan program dan dampak positif yang diharapkan.

Untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi, penyaluran insentif ini dilakukan sepenuhnya secara non-tunai. Mekanisme ini sesuai dengan Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 411.4/237/412.211/2026.

Prosesnya dimulai dengan penyaluran dana dalam satu tahap dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Rekening Kas Desa (RKDes) di Bank Jatim. Selanjutnya, pembayaran insentif ke rekening masing-masing Ketua RT/RW dilakukan setiap bulan melalui sistem Virtual Account (VA) di Bank BPR Bojonegoro, setelah mendapatkan rekomendasi dari Camat setempat.

Kepala Bidang Ketahanan Masyarakat Desa/Kelurahan DPMD Bojonegoro, Eva Budiarti, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah daerah.

“Ini untuk meningkatkan kesejahteraan pelayan masyarakat di tingkat paling bawah. Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Bojonegoro berharap, dengan adanya insentif ini, para Ketua RT dan RW semakin termotivasi untuk mendorong penguatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Dengan dukungan anggaran yang signifikan ini, Pemkab Bojonegoro berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pengurus lingkungan akan semakin solid. Hal ini diyakini akan menjadi pendorong utama demi kemajuan pembangunan desa yang berkelanjutan di seluruh Bojonegoro. {Fif/nn/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *