Diduga Telur Asin MBG Picu Keracunan Santri di Jombang, Hasil Lab Temukan Nitrit dan Bakteri

Avatar photo

JOMBANG upwarta.com— Kasus keracunan yang dialami puluhan santri di Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, kamis (05-03-2026). diduga kuat disebabkan oleh konsumsi telur asin dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dugaan tersebut menguat setelah hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan di Surabaya terhadap sejumlah sampel, meliputi telur asin, rawon, air, serta muntahan santri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menyampaikan bahwa sampel telur asin yang dikonsumsi santri terbukti mengandung nitrit dengan kadar mencapai 28 mikrogram per kilogram berat badan.
“Secara normal, makanan tidak boleh mengandung nitrit. Zat ini bisa memicu gejala seperti mual, muntah, hingga gangguan pencernaan secara tiba-tiba,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, hasil uji laboratorium juga menemukan adanya pencemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air yang digunakan untuk memasak dan mencuci, dengan kadar mencapai 1.030 hingga 2.030 per mililiter.

Tak hanya itu, sampel muntahan santri juga terdeteksi mengandung bakteri Bacillus cereus, yang diketahui dapat menyebabkan keracunan makanan.
Hexawan menjelaskan, munculnya kandungan nitrit dalam telur asin diduga dipengaruhi oleh proses penyimpanan yang terlalu lama atau kualitas bahan baku yang kurang baik.
“Diduga ada faktor intoleransi atau perbedaan kondisi makanan, baik dari kualitas maupun distribusinya,” pungkasnya. (Yuw, tm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *