Hujan Tinggi Genangi Bojonegoro, PU SDA Siagakan Pompa dan Rencanakan Tambahan untuk 2026

Avatar photo

Bojonegoro, UpWarta.com – Hujan dengan intensitas tinggi masih terus melanda Kabupaten Bojonegoro, menyebabkan genangan di sejumlah titik wilayah.

Untuk menangani kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) telah menyiagakan sembilan unit pompa air.

Pompa air tersebut terdiri dari delapan unit portable/semi permanen berkapasitas 50 liter per detik dan satu unit berkapasitas 80 liter per detik. Langkah ini dinilai efektif dalam meminimalisir genangan di berbagai ruas jalan.

Kepala Dinas PU SDA, Helmy Elizabeth, menjelaskan bahwa genangan di perkotaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya sedimentasi pada saluran drainase.

Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya untuk melakukan pembersihan sedimen, yang penting untuk memperlancar aliran air dari hulu melalui kali apur hingga bermuara ke Bengawan Solo.

Selain pembersihan, pemompaan juga dilakukan agar drainase berfungsi optimal saat hujan.

Menurut Helmy, target penanganan genangan tidak hanya menurunkan tinggi muka air, tetapi juga mengurangi durasi genangan agar aktivitas masyarakat tetap normal.

Beberapa lokasi yang diberi perhatian khusus antara lain Jalan Patimura dan Jalan Panglima Sudirman, di mana pompa portable dititipkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta rumah warga di gang irigasi. Di Mastrip, sudah tersedia pompa permanen di Gang Hartono.

Selain langkah jangka pendek, PU SDA juga merencanakan penambahan tiga unit pompa dengan kapasitas 100 liter per detik (permanen dan semi permanen) pada tahun anggaran 2026.

Pompa baru tersebut akan dipasang di Jalan Patimura, Gang Irigasi, dan Gang Thohir – dengan pemasangan di Gang Thohir akan ditempatkan di halaman rumah dinas Wakil Bupati setelah mendapatkan persetujuan.

Bukti keefektifan pompa terlihat pada Senin (8/12/2025), ketika hujan deras mengguyur wilayah sekitar pukul 15.30 WIB dan menimbulkan genangan di Jalan Panglima Sudirman.

Pompa dioperasikan pada pukul 15.49 WIB, dan genangan mulai surut sekitar pukul 16.20 WIB hingga surut seluruhnya pada pukul 16.35 WIB. Ini berarti waktu surut genangan hanya sekitar 30 hingga 45 menit.

Untuk memastikan kesiapsiagaan, Dinas PU SDA setiap harinya menyiagakan lima personel yang bertugas di lapangan dan tetap standby meskipun tidak terjadi hujan.

Penanganan genangan juga dilakukan secara kolaboratif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PU Cipta Karya yang menerjunkan tim khusus.

“Koordinasi lintas perangkat daerah terus kami lakukan agar penanganan genangan dapat berjalan cepat, efektif, dan berkelanjutan,” pungkas Helmy. (Lis/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *