Bojonegoro UpWarta.com – Parenting menjadi salah satu mata kuliah penting di Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) STIT Muhammadiyah Bojonegoro (Mubo), yang bertujuan membekali calon pendidik dengan pengetahuan dan keterampilan untuk membimbing orang tua mengasuh, mendidik, dan merawat anak usia dini secara efektif dan positif.
Sebagai salah satu output perkuliahan, sebanyak 25 mahasiswa PIAUD menggelar Seminar Parenting dengan tema “Peran Orang Tua dalam Mendukung Kemampuan Membaca” pada Jumat, (5/12/2025)
Acara yang diadakan untuk membekali orang tua dengan pengetahuan, strategi, dan keterampilan menstimulasi kemampuan membaca anak di era digital ini dibuka oleh Ibu Rizka Aisyah, M.Pd., selaku dosen pengampu mata kuliah Parenting.
Serangkaian aktivitas seperti senam bersama, ice breaking, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan penutup dijalankan dengan antusias, di mana wali murid yang hadir menyambut acara dengan mengenakan seragam serba ungu paguyuban.
Seminar ini dibawakan oleh pemateri Lilin Nurlailina dan didampingi oleh Prihantini sebagai moderator.
Ibu Niek Istiqomah, S.Pd., Kepala Pengelola PAUD Permata Bunda Kedungsari Temayang, menyampaikan terima kasih atas kunjungan kampus STIT Mubo dan berharap wali murid dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya tentang berbagai permasalahan anak, baik terkait membaca maupun hal-hal lain.
Sementara itu, Ibu Rizka Aisyah, M.Pd., menekankan pentingnya topik ini mengingat banyaknya kasus anak Sekolah Dasar yang mengalami kesulitan membaca.
Dia menjelaskan bahwa melalui seminar ini, diharapkan orang tua dapat menstimulasi kemampuan membaca anak secara maksimal melalui berbagai media seperti kartu, buku, dan games.
Selama sesi tanya jawab, Mita, seorang orang tua dari PAUD Permata Bunda Kedungsari Temayang, mengungkapkan permasalahannya tentang anak laki-lakinya yang berusia 5,5 tahun yang sulit fokus.
Menanggapi hal ini, Lilin Nurlailina menjelaskan bahwa ketidak fokusan pada anak disebabkan oleh beberapa faktor seperti biologis, perkembangan, dan lingkungan.
Dia merekomendasikan langkah-langkah seperti melibatkan anak dalam aktivitas fisik, permainan asah otak seperti puzzle atau teka-teki, serta memberikan pujian untuk meningkatkan motivasi anak. (Udin)
