Bojonegoro, UpWarta.com – Suasana Gelanggang Olahraga (GOR) Utama Bojonegoro di Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Selasa (18/8/2026), tampak berbeda. Selasa (18/8/2026)
Sorak-sorai peserta dan penonton menggema mengiringi berbagai perlombaan olahraga tradisional dalam Festival Olahraga Kabupaten (Forkab) Bojonegoro 2026.
Kegiatan yang digelar pemkab Bojonegoro melalhi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Forkab Bojonegoro 2026 berlangsung pada 18-28 Agustus 2026. Sejumlah cabang olahraga tradisional dan olahraga prestasi dipertandingkan, di antaranya egrang, terompah panjang, dagongan, hadang atau gobak sodor, tenis lapangan, skateboard, panahan tradisional, hingga pushbike.
Tak hanya perlombaan, Dinpora juga menggelar Pameran Wirausaha Muda dan UMKM Lokal di area GOR Utama Bojonegoro pada 18-20 Agustus 2026.
Antusiasme peserta terlihat sejak perlombaan dimulai. Masing-masing tim berusaha tampil maksimal, sementara dukungan dari rekan satu tim dan penonton membuat suasana pertandingan semakin meriah.
“Sesuai jargon kita, ‘Kalah Menang, Semua Senang’. Mari sejenak melepaskan rutinitas untuk bergembira bersama sejalan dengan visi Bojonegoro yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,” ujar Kepala Dinpora Bojonegoro Arif Nanang dalam sambutannya.
Menurut Arif, Forkab tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus melestarikan olahraga tradisional yang mulai jarang dimainkan di tengah masyarakat.
“Selain itu, Forkab ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia, derajat kebugaran sumber daya yang produktif dan berdaya saing, serta mempererat silaturahmi antar-OPD dan warga Bojonegoro,” terangnya.
Tingginya partisipasi peserta terlihat dari jumlah tim yang mengikuti sejumlah cabang olahraga.
Pada cabang egrang, tercatat 65 tim dari OPD lingkup Pemkab Bojonegoro dan kecamatan serta 15 tim dari SMA/SMK. Cabang terompah panjang diikuti 58 tim dari OPD dan kecamatan serta 13 tim dari SMA/SMK.
Sementara hadang atau gobak sodor diikuti 34 tim dari OPD dan 12 tim dari SMP. Untuk cabang dagongan, terdapat 40 tim dari OPD dan kecamatan, 32 tim dari Perwosi, serta 16 tim dari SMA/SMK.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan semangat kepada para peserta. Dia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, sinergi, serta kesehatan jiwa dan raga melalui olahraga.
Menurut Setyo, tujuan utama Forkab adalah membangun kebugaran dan kesehatan masyarakat tanpa menghilangkan unsur kegembiraan.
“Saya meminta seluruh peserta untuk bergerak bersama, bersenang-senang, serta mempererat silaturahmi. Kesehatan dan kebahagiaan adalah satu kesatuan,” ungkapnya.
Setyo juga berpesan agar seluruh atlet dan peserta menjunjung tinggi sportivitas, kekompakan, serta persaudaraan selama pelaksanaan Forkab.
Forkab Bojonegoro 2026 resmi dimulai dengan kickoff lomba terompah panjang. Pertandingan pembuka mempertemukan Tim 1 yang terdiri dari bapak-bapak jajaran Forkopimda melawan Tim 2 dari ibu-ibu jajaran Forkopimda.
Tak hanya mengejar kemenangan, ajang tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk berolahraga, bersilaturahmi, sekaligus merayakan kemerdekaan dengan suasana yang lebih santai dan penuh kegembiraan. (Red)
